Tiga Alasan untuk Mulai Belajar Menulis


Mari Berbagi.

Menulis adalah puncak keilmuan. Mari kita temukan lima alasan untuk mulai belajar menulis. Seperti kalimat bijak, "Membacalah, maka kau akan mengenal dunia. Menulislah, maka dunia akan mengenalmu."

Sebuah ungkapan yang akan memacu setiap orang untuk belajar menulis. Kalimat tadi seolah berkata dengan Menulis berarti Aku ada di dunia ini.

#1 Tulisan adalah abadi 

Sebuah tulisan akan selalu ada sepanjang sejarah walaupun sang penulisnya telah tidak ada. Sebuah bukti, Kitab Sahih Hadits Bukhari tetap ada hingga kini, setelah melampaui lebih dari 1.100 tahun. Hal yang luar biasa, bukunya selalu dijadikan referensi setiap muslim. Setiap hari ada orang yang mengkajinya. Sungguh Luar Biasa.

Bagaimana dengan Imam Bukhari telah wafat ratusan tahun yang lalu. Hanya nama dan tempat makamnya yang tertinggal, tetapi karyanya tetap abadi hingga sekarang. Keharuman namanya tetap terjaga hingga kini. Demikian lah kekuatan menulis.

#2 Menulis adalah Menaklukan Diri 

Menulis ternyata tidak mudah, begitu kata kebanyakan orang. Tetapi benarkan? Awalnya mungkin orang menilai, menulis adalah hal yang sempele. Saat mulai belajar menulis, mulai terasa menulis itu ternyata tidak mudah. Namun beberapa waktu berlatih menulis berlalu, kesimpulannya menulis itu mudah kalau mau mempelajarinya.

Belajar menulis itu seperti belajar menunggangi kuda. Ketika saat pertama kali melihat kuda, mungkin kita tidak akan percaya bahwa kita mampu melakukannya. Tapi ketika kita sudah duduk di atas pelana dan mengendalikan kuda dengan baik, ternyata berkuda adalah hal biasa.

Demikian pula dengan menulis. Menguasai Kemampuan Menulis adalah sebuah pencapaian menaklukan diri untuk mampu menguasainya. Melawan kemalasan, kebuntuan ide, hingga menjaga konsistensi dalam menulis. Akhirnya, tatkala menulis adalah bagian dari hidup kita, menulis adalah hal yang sangat menyenangkan.

#3 Menulis menemukan diri

Memang, di saat awal tentu ada salah kesulitan dalam menulis. Bohong kalau langsung saja kita bisa menguasai menulis tanpa belajar. Sering kali kita terbentur dengan hal-hal sepele yang justru menghambat proses saya menulis.

Contohnya adalah kita sering menghapus tulisan yang ada. Kehabisan kata-kata juga salah satu hal yang sering ditemui, mungkin karena terlalu lama dalam memikirkan apa yang akan ditulis. Dan satu lagi kadang tulisan yang dihasilkan acak-acakan, tidak rapih dan tidak nyambung antara satu ide dengan ide lainnya.
 Hal-hal ini sangat memperlambat proses menulis,

Namun perlahan akhirnya kita bisa menemukan diri kita dengan kata-kata di dalam tulisan. Orang akan cepat mengenali diri kita seperti kata bijak di awal tadi. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, akhirnya Dunia melihat diri kita. Sebagai seorang menulis.


Jangan takut menulis. Mulailah. Tidak ada kerugian dalam menulis. Bagaiman mengasah pedang, semakin lama akan semakin tajam. Dan hanya bisa dicapai dengan berlatih, belajar dan menguasainya dengan baik.

No comments:

Post a Comment